Pengertian Albinisme dan Gejala yang Biasa Ditemui

Di dalam artikel ini akan dibahas pengertian albinisme secara umum. Karena istilah ini terdengar tidak biasa di telinga banyak orang. Namun untuk menjawab rasa penasaran Anda, maka di dalam artikel ini akan dibahas tentang albinisme, bagaimana gejala, pengertian dan masih banyak lagi. Anda harus membaca artikel ini dengan baik agar mengerti apa itu albinisme.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan pengertian albinisme dan semua hal tentang albinisme yang harus Anda ketahui.

Pengertian Albinisme

Albinisme yang berasal dari bahasa latin albus yang berarti putih dan dalam bahasa Indonesia bulai. Albinisme adalah salah satu jenis kelainan  bawaan yang dikelompokkan oleh kurang atau tidak mempunyai pigmen melanin pada kulit, mata dan rambut Anda.

Albinisme merupakan akibat dari pewarisan gen resesif. Albinisme dapat ditemukan pada semua hewan vertebrata termasuk pada manusia. Pada sebagian kasus, manusia yang mengalami albinisme memiliki keterbatasan fisik seperti berikut ini.

  • Penderita albinisme sensitif dengan sumber cahaya yang kuat, seperti lampu sorot dan sinar matahari.
  • Memiliki keterbatasan akan jarak penglihatan
  • Kulit penderita albinisme sensitif terhadap sinar matahari dan dapat menimbulkan luka yang mirip dengan luka bakar atau tersiram air panas.

Penyakit albinisme bisa terjadi pada sebagian tubuh atau seluruh bagian tubuh mulai dari kulit, mata, dan rambut. Seperti yang sudah dibahas bahwa albinisme bisa terjadi pada manusia tidak hanya pada hewan.

Gejala Albinisme

Setelah membahas pengertian albinisme, maka sekarang kita akan membahas gejala albinisme. Albinisme sering dikelompokkan dalam dua jenis utama yaitu albinisme oculocutaneous dan albinisme okular. Gejala albinisme oculocutaneous terlihat dari warna rambut, mata dan kulit yang terang atau pucat. Pada beberapa orang, pigmentasi kulit tetap akan sama sepanjang hidup mereka.

Sementara pada kasus lain, produksi melanin dapat saja dimulai di masa kanak-kanak atau pada masa remaja sehingga kulit tidak terlalu pucat lagi. Ketika terkena sinar matahari, maka akan muncul bintik-bintik coklat gelap yang terdapat pada kulit dengan ukuran yang bervariasi.

Kurang pigmentasi juga dapat mengubah warna rambut menjadi coklat atau putih. Orang yang berasal dari Afrika atau Asia mungkin saja memiliki warna rambut yang berbeda bisa kuning bahkan coklat.

Warna mata manusia albino mungkin akan berubah bersamaan dengan usia dan bervariasi dari biru muda hingga cokelat.

Warna mata dari manusia albino mungkin akan berubah bersamaan dengan usia dan bervariasi dari biru muda hingga cokelat. Karena tidak ada pigmen melanin, iris mata cenderung akan menjadi transparan. Akibatnya iris tidak akan mampu memblokir cahaya berlebihan yang memasuki mata.

Terkait dengan masalah penglihatan seperti astigmatisme atau silindris, rabun dekat dan rabun jauh terlihat pada orang yang mengalami segala bentuk albinisme.

Selain itu itu gejala albinisme okular hanya teramati di mata saja. Di dalam kondisi ini tidak akan ada perubahan yang teramati pada warna kulit atau rambut. Kepekaan berlebih terhadap cahaya yang sering dikenal dengan fotofobia adalah salah satu tanda albinisme okular.

Lalu nistagmus atau gerakan mata yang cepat dan tidak terkendali tanpa bisa dikontrol adalah ciri lain dari albinisme okular. Gejala lain albinisme yaitu strabismus di mana mata penderita albinisme tidak bisa bergerak serempak dan kedua mata tidak dapat menunjuk ke arah yang sama.

Semoga pengertian albinisme dan gejala yang dialami oleh penderita albinisme bisa bermanfaat bagi Anda. Tetap Semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *